5 Hal yang Kemungkinan Berlangsung Seandainya Kondisinya Dibalik: Ronaldo di Barcelona, Messi di Madrid

Posted on

Belasan tahun paling akhir pencinta sepak bola dunia biasa melihat tindakan ajaib Lionel Messi serta keganasan Cristiano Ronaldo. Dua legenda sepak bola kekinian ini bermain di level yang demikian tinggi sepanjang tahun.

Messi, pasti, tumbuh bertumbuh bersama-sama Barcelona. Ia habiskan hampir selama profesinya bersama-sama raksasa Catalan itu.

Mulai kiprah di level senior di tahun 2004, Messi terus bertumbuh sampai jadi legenda seperti saat ini. Serta Messi dapat dikatakan sebagai Barcelona tersebut.

Masalah Ronaldo sedikit tidak sama. Bibitnya terbentuk di Sporting, dipupuk Manchester United, serta bertumbuh prima di Real Madrid. Sekarang, walau tidak lagi muda, Ronaldo masih menyuguhkan level tinggi mengenakan seragam Juventus.

Tidak sama dengan Messi, Ronaldo dipandang seperti pemain yang makin lengkap. Ia dapat bermain sama bagusnya di Liga Inggris, Spanyol, serta Italia, tidak seperti Messi yang tidak pernah bermain di luar Spanyol.

Ketidaksamaan jalan profesi dua pemain teratas ini sering jadi bahan pembicaraan. Beberapa berasa Ronaldo lebih bagus sebab telah dapat dibuktikan di sejumlah liga teratas, beberapa lain percaya Messi yang paling baik sebab keajaibannya bersama-sama bola

Pembicaraan itu tidak akan selesai, bahkan bisa saja sampai kedua-duanya pensiun kelak. Tetapi, silahkan berangan-angan: Apa yang kemungkinan berlangsung seandainya kondisinya dibalik?

Apa yang kemungkinan berlangsung Seandainya Messi bermain untuk Madrid serta Ronaldo bela Barcelona sekian tahun lalu? Untuk menjawab pertanyaan itu, Bola.net merangkum minimal ada 5 peluang seandainya kondisinya betul-betul terbalik.

Scroll ke bawah ya

1. Tiki-taka kemungkinan tidak prima

Tiki-taka lahir (atau bisa lebih persisnya disempurnakan) di masa Josep Guardiola pada musim 2008/09. Saat itu, Guardiola sukses menuntun Barca jadi team Spanyol pertama yang dapat mendapatkan treble winners.

Barca memenangkan La Liga, Copa del Rey, serta Liga Champions pada musim itu. Mereka sukses mendapatkan 6 piala pada sebuah tahun kalender.

Pasti, keberhasilan Barca sejumlah besar dikarenakan oleh style bermain indah yang waktu itu membius dunia sepak bola. Mereka menyuguhkan style supremasi perebutan bola dengan umpan-umpan pendek yang disebutkan tiki-taka.

Pasti, tiki-taka tidak prima bila tidak ada Messi. Memang benar ada Xavi serta Andres Iniesta yang punyai visi bermain mengagumkan, tetapi tanpa ada striker/finishher sekelas Messi, tiki-taka kemungkinan tidak prima sebab tidak dapat melahirkan banyak gol.

Khasnya, dapat jadi Barca mendapatkan style bermain baru yang makin kuat. Pikirkan Ronaldo berduet dengan Zlatan Ibrahimovic di baris serang.

2. Madrid dapat jadi banyak capai piala

Semasa bela Barcelona, Lionel Messi menolong club mendapatkan 34 piala di semua pertandingan, termasuk juga 10 piala La Liga. Tidak semua pemain dapat capai catatan sebagus itu.

Semenjak Messi jadi salah satunya pemain utama Barca, raksasa Catalan itu terus memimpin La Liga serta Eropa. Tertera, dalam 11 tahun paling akhir, Barca medominasi dengan 8 piala La Liga, Madrid cuma 2.

Jelas ada fakta kuat dibalik keberhasilan Barca, namanya Lionel Messi. La Pulga ialah satu pemain yang dapat membuat ketidaksamaan demikian besar, tetap bawa Barca menang atau sebatas hindari kekalahan.

Pasti, ceritanya akan jauh tidak sama bila Messi bela Madrid. Dapat jadi Los Blancos semakin lebih sukses di La Liga, plus di Liga Champions.

3. Barcelona kemungkinan tidak sukses

Sebaliknya, bila Madrid dapat sukses besar bersama-sama Messi, Barcelona kemungkinan tidak. Kondisinya dapat kembali seutuhnya, walau kehadiran Ronaldo di Barca tidak dapat dilihat sepele.

Walau tidak mendapatkan banyak piala, dapat jadi Barca malah makin sukses di panggung Eropa. Bagaimana tidak, Madrid adalah club paling sukses dalam riwayat Liga Champions.

Ronaldo sendiri saat ini mengumpulkan 5 piala Liga Champions plus deretan rekor individu yang lain. Bersama-sama Ronaldo Madrid dapat mendapatkan piala Liga Champions ke-10 sampai ke-13.

Seandainya Ronaldo kenakan baju Barca, kemungkinan besar ia bawa keberhasilan Eropa itu. Walau susah berkompetisi di liga domestik, Barca dapat memercayakan Ronaldo di panggung Eropa.

4. Messi kemungkinan ganti-ganti club

Saat ini, Messi ialah Barcelona, tidak dapat dibantah. Ia habiskan hampir selama profesinya bersama-sama Barca, dengan pengecualian saat-saat mudanya di Newell’s Old Boys.

Keseluruhan, Messi telah seputar 19 tahun kenakan baju Barca, tidak ada kemauan pergi ke club lain. Terdapat beberapa unsur yang bertindak, sejumlah besar sebab style bermain Messi yang demikian pas dengan Barca.

Agar demikian, kondisinya dapat beralih mencolok seandainya Messi bermain untuk Madrid. Sebutkanlah ia jalani kiprahnya pada tahun 2004, seperti yang ia kerjakan di Barca.

Waktu itu Madrid diisi oleh beberapa pemain teratas, Los Galacticos. Ada Zinedine Zidane, David Roberto Carlos, Beckham, Luis Figo, serta Raul Gonzalez. Messi harus menunjukkan diri dalam team bertabur bintang itu.

Mengingat masalah beberapa pemain bintang Madrid, kemungkinan besar Messi cuma bermain 4-5 tahun disana, lalu pilih pergi ke club lain untuk menjajal rintangan baru.

5. Ronaldo tidak pas di Barca

Barcelona, Mes Que Un Klub. Jargon itu demikian kental dengan salah satunya club paling besar di dunia ini. Berarti, Barca tidak sebatas bermain sepak bola, mereka menggenggam teguh nilai-nilai serta filosofi yang telah bertahan beberapa ratus tahun.

Oleh karena itu Barca tidak dapat datangkan sembarangan pemain, harus beberapa pemain khusus yang sesuai jati diri club. Ronaldo memang pemain teratas, tetapi kemungkinan tidak pas dengan jati diri Barca.

Style bermain Ronaldo fokus pada gol, eksplosif, agresif, serta sedikit egois. Kapten Portugal ini tetap dapat dihandalkan untuk membobol gawang musuh, tetapi kemungkinan besar Ronaldo tidak pas dengan Barca.

Kenyataannya Barca beberapa kali sudah diperkokoh pemain yang punyai style bermain seperti dengan Ronaldo, tetapi sejumlah besar mereka tidak berhasil beradaptasi.

Bagaimana bila main bersama satu team?

Lepas dari 5 peluang ketidaksamaan di atas, ada lagi satu peluang yang tidak kalah menarik: bagaimana bila Messi serta Ronaldo main bersama pada sebuah team?

Memang style bermain kedua-duanya tidak sama, tetapi bukan bermakna tidak dapat bekerja bersama. Mengerti tekad presiden Madrid, Florentino Perez, jelas ia tidak melepaskan peluang untuk menduetkan dua pemain itu.

Messi serta Ronaldo akan isi ke-2 bagian sayap untuk membuat team paling baik di dunia. Ronaldo di kiri, Messi di kanan, team ini kemungkinan hampir tidak terkalahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *