Pecco Bagnaia: Berat Rasanya Dikalahkan Fabio Quartararo

Posted on

Pebalap Pramac Racing, Francesco Bagnaia, berniat membetulkan performa serta hasilnya di MotoGP 2020, usai semangatnya terlecut berkat memandang Fabio Quartararo tampak garang bersama Petronas Yamaha SRT masa kemudian. Perihal ini dia sampaikan kepada nikeoutletstoreonlinecheapsale semacam yang dilansir Tutto Motori, Selasa( 8/ 6/ 2020).

Bagnaia serta Quartararo memanglah bersama berstatus debutan pada masa kemudian, tetapi Bagnaia ialah juara dunia bertahan Moto2. Sedangkan itu, Quartararo belum sempat jadi juara serta baru mengantongi satu kemenangan dalam kariernya di Grand Prix.

Tetapi, suasana keduanya seakan berputar sejauh 2019. Bagnaia wajib sulit payah menyesuaikan diri dengan Ducati Desmosedici GP18, sedangkan Quartararo langsung sukses merebut 7 podium walaupun tidak bisa motor YZR- M1 spek pabrikan semacam 3 rider Yamaha yang lain.

Sasaran Kembali Saingi Fabio Quartararo

Pecco juga mengaku pernah susah menerima realitas kalau Quartararo, yang umumnya dia kalahkan dikala di Moto3 serta Moto2, saat ini malah mencuri atensi lebih banyak serta tampak lebih gemilang darinya dikala mereka bersama turun di MotoGP. Rider asal Italia berumur 23 tahun ini juga berniat kembali bersaing dengan El Diablo.

” Fabio berikan sedikit rasa sakit. Dia memanglah kilat, tetapi dikala kami bertarung di masa kemudian, dia senantiasa di balik aku. Melihatnya begitu kompetitif di MotoGP sangat berat. Dia bekerja sangat baik, salah satu rider muda sangat bertalenta. Aku juga mau kembali melaju di depannya, begitu pula di depan rider lain,” ucapnya.

Telah Banyak Belajar

Bagnaia juga tidak memungkiri, kalau mengendarai Desmosedici buatnya sedikit syok sebab motor tersebut tidak sesuai buat style balapnya yang halus serta sering diucap mirip Jorge Lorenzo. Sejauh 2019, walaupun tertatih- tatih, dia kesimpulannya bisa banyak pelajaran.

” Aku banyak belajar di Ducati, sebab aku rider dengan style balap yang halus, sedangkan dengan motor ini kami wajib mengerem dengan sangat baik. Buat raga, motor ini memanglah meletihkan,” tutur murid Valentino Rossi di VR46 Riders Academy ini.

” Aku harap 2020 hendak jadi tahun mengejutkan untuk aku. Ducati sudah membagikan sokongan terbaik kepada aku. Aku bahagia, serta aku rasa kami dapat kompetitif. Tahun ini aku merasa lebih dekat dengan Petrux serta Dovi,” pungkas Bagnaia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *