Tontowi Ahmad Memohon Praveen/ Melati Jaga Konsistensi supaya Sukses

Posted on

Eks pebulu tangkis ganda kombinasi Indonesia, Tontowi Ahmad, baru- baru ini mengantarkan pesan buat penerusnya, Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti, menjelang penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 yang diundur ke 2021 akibat pandemi virus corona.

Owi belum lama ini memanglah pernah membuat gempar jagat bulu tangkis Indonesia, sebab memutuskan pensiun dalam umur 32 tahun pada Senin( 18/ 5/ 2020) kemudian. Dia mengumumkan keputusan ini melalui Instagram, sebagian dikala sehabis mengajukan pesan pengunduran diri ke PBSI.

Sepanjang berkarier di bulu tangkis, Tontowi sudah sukses mengoleksi bermacam gelar bergengsi di kancah dunia. Prestasi tertingginya merupakan menyabet medali emas Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, bersama Liliyana Natsir.

Mau Praveen/ Melati Konsisten

 

Tontowi juga mau prestasinya bersama Butet di Olimpiade tersebut dapat diulang oleh Praveen/ Melati tahun depan, tetapi dia pula memperingatkan mereka kalau perjuangan mengarah sukses tersebut bukanlah gampang.

” Olimpiade kan diundur ke tahun 2021, serta itu merupakan sasaran ganda kombinasi. Aku rasa mereka dapat sukses bila mereka tidak berubah- ubah, dari latihan, penjagaan keadaan, serta yang lain. Tidak hanya perihal teknis, hal- hal non- teknis pula wajib mereka perhatikan,” ucapnya dalam tahap Silaturahome oleh nikeoutletstoreonlinecheapsale serta group KLY, Selasa( 26/ 5/ 2020).

Petik Pelajaran dari Kegigihan Liliyana Natsir

Tontowi juga sekali lagi melaporkan kalau perilaku tidak sempat puas pada prestasi merupakan pelajaran berarti yang dia terima dari Liliyana, ialah yang pula ialah salah satu kunci berarti dalam kesuksesan- kesuksesan mereka sepanjang bertandem, tercantum Olimpiade 2016.

” Banyak pelajaran yang dapat aku bisa dari Ci Butet, salah satunya dengan dari kegalakannya itu, aku jadi siuman kalau bila mau juara terus, aku tidak boleh kilat puas,” ungkap Tontowi, yang meyakini kalau mentalitas ini pula wajib diterapkan oleh para juniornya di Pelatnas.

” Bila terdapat adik- adik junior yang bertanya kepada aku, aku senantiasa menanggapi sama, mindset mereka wajib semacam Ci Butet, yang tidak sempat ingin kalah. Bila hari ini juara, esok tidak boleh lagi berpikiran aku masih juara. Dalam pertandingan, aku bukan mempertahankan kemenangan, melainkan berupaya meraihnya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *