Viktor Axelsen Percaya Bulu Tepis Vakum Semasa 2020, Saran Piala Thomas-Uber Dipending ke 2021

Posted on

Pemain Denmark, Viktor Axelsen, percaya tidak akan ada lagi kompetisi badminton pada 2020. Axelsen punyai saran supaya Piala Thomas serta Uber 2020 diundur ke 2021. Dia menyebutkan kesemarakan kompetisi badminton di tahun ini sudah usai sesudah All England dua bulan kemarin.

Dia sangsi kompetisi lain dapat berguling lagi sebab epidemi virus corona masih menempa sebagian besar seluruh dunia. Virus yang datang dari Wuhan, China, itu sudah mengontaminasi lebih dari pada 4, 3 juta orang serta lebih dari 280 ribu orang wafat.

“Saya sebenarnya memikir kemungkinan kami tidak akan bermain lagi tahun ini. Saya jelas tidak akan terkejut bila hal tersebut berlangsung, ” kata juara dunia 2017 itu pada session interviu dengan harian Denmark, Politiken, seperti dikutip nikeoutletstoreonlinecheapsale, Jumat (15/5/2020).

Sangsi Peserta Akan Komplet

Selama ini, kompetisi yang punyai tanggal tentu ialah Piala Thomas serta Uber 2020, yaitu pada 2-11 Oktober serta diadakan di Aarhus, Denmark. Agenda ini juga telah dikoreksi 2x: sebelumnya pada Mei, lalu diundur ke Agustus, serta dipending lagi ke Oktober. Axelsen juga memandang kompetisi ini seharusnya dipending sampai tahun kedepan bila beberapa negara tidak dapat berperan serta.

“Pertanyaan saya, apa penjuru dunia siap bermain? Bila ada empat atau lima negara teratas tidak dapat kirim pemain ke Denmark, karenanya jadi tidak adil serta jadi pertandingan yang tidak adil. Seharusnya diundur tahun kedepan, serta menunda Piala Sudirman (yang semestinya diadakan di Suzhou, pada Mei 2021), ” tutur Axelsen.

Belum Ada Koreksi Kalender Kompetisi

Asosiasi Bulu Tepis Dunia (BWF) belum memberitahukan koreksi kalender kompetisi. Awalnya, BWF sudah tunda semua kompetisi badminton sampai akhir Agustus 2020. Kompetisi paling akhir yang diadakan ialah All England, yang usai pada 15 Maret.

Ada keinginan turnamen-turnamen badminton dapat berguling lagi mulai 1 September. Ada wawasan mengadakan delapan kompetisi berturut-turut semasa sembilan minggu.

Salah satunya kompetisi yang gagasannya diadakan pada periode itu ialah Piala Thomas serta Uber. Tetapi, penerapan kompetisi nampaknya harus menanti perubahan masalah virus corona di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *